Postingan

Menampilkan postingan dengan label benedicta

Buku tua bersampul coklat

Ada satu buku bersampul coklat di pojok kamarku. Sekilas sperti benda keramat yang rapuh tapi tak lekang waktu. Hanya jaring tipis dan si tuan pemilik jaring tipis yang mau menempati buku itu. Hasrat menjamahnya pun muncul. Duh, lembarannya rapuh tak sesuai tenaga remaja ku. Buku ini landasan pikiran yang tak aku punya. Buku ini telinga yang tak berkawan dengan mulut. Jejak hidup ku di dekapnya erat. Melayang bak asap kini sukmaku. Buku tua ini mengajakku mengicip masa lalu. Ah rupanya imajinasiku terlalu bebas Aku masih diam di tempatku dan buku bersampul coklat itu masih di pojok kamarku. Mungkin memang yang tua dan yang lalu harus di pojok.

Malam biasanya

Seperti malam pada biasanya Ia hening tak bersuara Hanya saja ia mengisyaratkan kegelisahannya Ibunya menahan lara karena putaran roda berduri Ayahnya bermuram durja karena lahannya penuh logam dan asap putih Seperti malam pada biasanya Ia melihat dalam lelapnya Rintik hujan berubah jadi rintik api Angin sejuk semakin tua dan keriput Anginnya tak lagi sejuk Tetapi malam ini tak seperti biasanya Ia pergi ke selatan Ia mengeluh pada ombak Dan ia menghilang