Postingan

Untuk Papa

Pa, menjadi putrimu adalah anugrah terbesarku. Menjadi prioritasmu adalah kebahagiaanku. Putri kecil yang kau didik untuk menghadapi kerasnya dunia, hari ini lagi-lagi diuji. Dunia begitu keras pa, apalagi kenyataannya, papa meninggalkan aku. Rasanya belum banyak bekal yang bisa aku bawa. Aku masih gadis kecil yg ingin kau tuntun ke tujuanku, sama seperti saat kau mengantarku ke sekolah dulu. Masih jelas rasanya naik dipunggungmu. Berjalan tertawa bersenda gurau. Masih nyata ingatanku menangis kala kau pergi bekerja, saat itu ingin rasanya digendong papa. Rindu pa rinduu sekali Sakit rasanya menerima kenyataan aku tak lagi bisa melihatmu. Tak ada lagi pundak untuk menyandarkan kepala kala ku lelah. Tak ada lagi tangan kekar yang bisa ku genggam kala aku terlalu lemah. Bisa kah ku ulang waktu lagi? Lahir, lalu kau peluk, kau timang. Mengambil lagi waktu yang terbuang begitu saja. Atau setidaknya datanglah dalam mimpiku, aku rindu.

Kala Kita Berjumpa

Ah tubuh itu, ingin aku merengkuhnya Ah lekuk mu, sungguh aku merindunya Membaca roman ini sambil membayangimu Bagaimana? Aku tak mampu merangkai kata Kau cukup tahu Kala kita bertemu Maafkan tanganku apabila tak tahan untuk menyentuhmu

Laki-laki Berkaos Hitam

Darahku selalu mengalir cepat kala ku dengar suara nafasmu Memompa jantungku untuk berdegup supaya kau dengar Langkah kakimu yang berat selalu seirama dengan nafasmu yang berat akibat tembakau Tapi beruntunglah aku, Tembakau yang kau hisap menjadi candu bagiku Menandakan kau masih bernafas Hah, aku rindu bunyi nafasmu asap yang keluar dari mulutmu Tangan kekarmu yang menggenggam rokok kesayanganmu Aku rindu memandangimu dari tiap helai rambut hingga jari kakimu Aku rindu melekatkan wajahku pada punggungmu Laki-laki berkaos hitam yang selalu membuat jantungku berdegup Bak peluru tentara yang menghujam penjahat Seperti itu sukmamu membuatku lemah Hanya mampu membayangkanmu karena ragu Keberanianku sudah habis terkuras ragamu Tak lagi mampu menyentuh Bayangmu sudah cukup memuaskanku Lekuk tubuhmu..... ah aku mabuk kepayang

2016

Hai 2016!!!! Tahun ini tepat usiaku bertambah menjadi dua-puluh-tahun-dan-masih-belum-punya-pacar. hahahaha miriss tapi kali ini aku bukan mau menyesalinya. Aku justru bersyukur dengan bertambahnya usiaku yang genap dua puluh tahun. Dalam satu tahun, terlalu banyak hal-hal luar biasa yang harus diceritakan. Menjadi perempuan yang terus berproses membuatku sadar bahwa selama satu tahun, aku kembali memberi predikat wanita kuat pada diriku sendiri. Perjalanan tentang cinta, aku pelajari di tahun ini. Bertemu dengan seorang laki-laki yang berkali-kali aku rindukan dan aku abaikan sekaligus. Bertemu dengannya yang selalu mampu membuatku ingin merengkuhnya tetapi juga membuangnya. Pada bumi, aku memperkokoh kakiku apabila mengingat memori tentangnya. Perjalanan pertemanan, di tahun ini aku tahu bahwa menjalin pertemanan juga berdasarkan hukum dagang. Yang menguntungkan akan aku dekati, begitu pula sebaliknya. Mereka yang bertahan berarti sudah mendapatkan keuntungan dariku. Perjalanan k...

I couldnt even explain that

Hai, setelah sekian lama tak menulis, aku merindukan menulis di sini. Kesibukan kuliah, dan usaha untuk melanjutkan hidup ternyata sulit ya. Tanggal ini, tepat setelah ujian akhir sudah terlaksana 90%. Lega, tapi aku merasa kosong. Berbulan-bulan yang lalu, aku menyadari bahwa aku bukan pilihannya. Aku paham betul bahwa ia tak pantas untukku, bahwa aku juga terlalu memaksakan diri untuknya. Aku berhasil, saat ini hubungan kami baik-baik saja. Saat ini, aku sudah tak lagi memikirkannya. Tapi entah, kemarin sore, diruangan sempit, gelap dan dingin, aku lelah. Aku ingin meletakkan beban ujianku. Temanku, memberikan jaketnya untukku. Temanku yang sebelumnya kalau aku kedinginan, aku harus memintanya untuk memberikan jaketnya. Dia, orang yang tak asing dalam duniaku. Teman yang selalu aku marahi, tetapi juga aku beri kepercayaan untuk menolongku. Saat ini dia dekat dengan orang lain, mungkin tak hanya satu. Tetapi salah satunya aku kenal. Seorang yang terlihat membutuhkan perlindungan...

Aku Tidak Suka Jatuh Cinta

Aku tidak suka jatuh cinta Kalau tidak disediakan parasut. Sudah tau tak ada parasut, masih saja menjatuhkan diri. Bodoh atau sok-sokan? Kalau jatuh tetap saja berdarah MATI. Aku tidak suka jatuh cinta Kalau tak disediakan parasut. Untuk apa? Di pesawat saja aku sudah menjadi ratu Mahkota berlian yang tak mampu kau beli saja jadi pakaian sehari-hariku.

Perkara Kamu dan Mataku

Perkara cinta dan perkara mata Kamu cahaya dan aku kornea Kala kau menampakkan diri dalam gelap, katupku terbuka mencarimu Perkara cahaya kala irisku rusak Kau menembusku dengan bebas, tanpa jeratan Bukankan cinta dan cahaya sama? Pupilku selalu senang melihat keduanya Bening dan kau bisa berkaca, indah bukan melihatmu di dalamnya? Kamu dan cahaya gemar melewati retinaku Menghantar kalian pada otak Si penguasa yang selalu memerintahku melihatmu dan mempertahankan bayangmu di pupilku