Mungkin Tuan Jadi Semu


Dia berjalan,
Perlahan tapi tak tengok kiri kanan.
Menghiraukan sebuah permintaan,
Untuk berhenti sejenak.

Dia terus berjalan,
Memberi kesempatan tapi juga tidak.

Meminta untuk terburu-buru,
Membuat keputusan atau meninggalkan pertanyaan.

Demikian dia disalahkan,
Bagi yang tidak memanfaatkan.

Sekarang, ingin aku tanyakan padamu
Tuan, tidak takutkah engkau
Pada yang kusebut waktu.
Mungkin nanti tuan jadi semu
Dalam kenyataan yang terus laju.

Mungkin nanti,
Pilihan yang lalu,
Menjadi musuh waktumu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkat atau kutuk?

Part-time di Singapura? Ini nih ceritanya..

Kalau Jogja adalah tempat timbul segala romantisme, Jakarta adalah tempat munculnya segala ketangguhan.