Jangan jijik

lalu kamu gemar mengejek
katamu nada manjaku lucu
ah, aku yakin kamu hanya nyinyir

kemudian,
kamu berlutut membersihkan alas kakiku
sepertinya kamu tahu aku malas
kepayahan juga untuk berjalan

ya, kamu juga memintaku hati-hati
kamu paham betul aku bersemangat
lupa lihat keadaan

kemudian kamu tahu aku manja,

kamu bawakan aku garam
supaya ada rasa katamu

kamu sepertinya takut aku jatuh
sebab
tiba-tiba ada tanganmu di punggungku

ah aku ingin mengenangmu
lewat tulisan ini.
maaf kalau menjijikkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkat atau kutuk?

Kalau Jogja adalah tempat timbul segala romantisme, Jakarta adalah tempat munculnya segala ketangguhan.

Part-time di Singapura? Ini nih ceritanya..