Postingan

Cerita Ceria Yang Pudar

Aku menatapnya lagi malam itu. Sesosok laki-laki paruh baya penuh dengan guratan muram di wajahnya. Ubannya mulai merata menutupi rambut hitamnya yang dulu bagus. Sesekali ia menyeruput teh tawar yang ia buat sendiri. Laki-laki yang dulu gagah dan tak terlawan kini seolah duduk dengan kelelahan tiada tara. Matanya seakan sudah tidak kuat menerima terpaan angin malam yang sangat dingin ini. Tak ada kata yang mampu menyambungkan kami malam itu. Aku terlalu asik memandangi wajahnya yang menyimpan duka dan dia sibuk menerawang langit-langit rumah dengan tatapan kosong. Begitu banyak keriput yang membawa kisahnya kepadaku. Bertahun-tahun aku tidak tinggal bersamanya sampai aku lupa bahwa kami terikat darah sampai kapanpun. Ku khususkan malam itu untuk menyambanginya, yah sekedar menemani ia minum teh tawar kesenangannya ataupun melihat ia melamun. Menurut orang, laki-laki yang duduk di depanku itu memiliki tangan yang gagah dan kaki yang tak mengenal lelah. Semasa mudanya banyak orang tun...

Bertahan, dan terlihat bodoh

Bagaimana rasanya bermusuhan dengan diri sendiri? Mungkin cukup membayangkan bagaimana rasanya bermain tarik tambang Berusaha menjauhi garis yang aku sebut garis penyerahan Tetapi tetap saja ada kekuatan yang menarikku untuk mendekati garis itu Ada kalanya harus menyerah Karena menggenggam ego, terkadang menyakitkan Ada kalanya berharap Karena kekuatan lain pun akan tetap sirna Bagaimana rasanya bermusuhan dengan diri sendiri? Begitulah, yang kuat akan bertahan meski menyakitkan Yang lemah akan berdamai, dan pada akhirnya... Bahagia.

Mas Ninja

Entah kenapa tiba-tiba mimpiin Mas Ninja, padahal udah lama banget ga pernah contact sama dia. Mana di mimpi dia berlagak seperti mas-mas ala ftv yang megang tangan ceweknya waktu mau ditinggal pergi si cewek. Iya sih, waktu bangun gak gitu mikirin, sampai tiba - tiba ada si cicik cetar Cik cetar : Yeyeee, cantik banbet hari ini.... Yeye         : iya dongg, kan ala-ala wanita banget hari ini pake rok Cik            : kemaren aku ketemu mas ninja lhoo di ko***i terus aku    tanya sama dia dulu pernah deket ga sama kamu Yeye        : haa... yaampun cik, aku malu. Kamu tanya apa ajaaaaa Cik           : cuma itu doang kok.... Yeye        : terus dia jawab apaa cikkkk... apaaaaa Cik           : dia bilang iya...

Jawab saja, dan aku akan memakluminya

Mau berapa banyak detik lagi yang harus dilangkahi? Pertanyaan yang seharusnya kamu jawab, untukku.

Postingan bikin iri

Gambar
Hai, jam segini lagi - lagi saya masih terjaga. Gimana mata saya gak tambah sipit???? *jengjeng*. But, that's not the point. Sekarang saya lagi di kereta (malam) perjalanan menuju Jakarta. Ini juga bukan pointnya. Didepan saya, lebih tepatnya dihadapan saya, tempat duduk diisi oleh pakde dan bude saya. Nah, ini pointnya. PAKDE dan BUDE saya. Mereka pasangan yang sudah cukup lama menikah, bahkan sudah memiliki tiga anak, yang bungsu sudah kelas tiga SMA dan ganteng :))). Yang mau saya pamerkan adalah...... MEREKA MASIH MESRA, MEREKA SEPERTI PASANGAN MUDA YANG SEDANG BERLIBUR UNTUK BULAN MADU. Dan kemesraan ini mereka tunjukkan didepan saya yang JOMBLO. Lalu saya menertawai diri saya sendiri, apa salahnya dengan status jomblo toh tidak membuat saya menjadi rendahan. Saya berhasil secara diam-diam membidik kamera melalui tab saya, here we go... (maaf kalau blur, karena hidup saya saja tidak fokus.... eaaaaaaaaaa) Jarang-jarang saya melihat cinta yang begitu lama. Mereka seperti me...

Laki - laki berambut pirang

Pertemuan memang tak selalu indah dan terkenang.  Bertemu dengan laki - laki ini bahkan dalam keadaan tak terduga dan kacau, bahkan tak pernah terbayangkan. Ricuhnya suasana ruangan penuh kaca itu ternyata memantulkan keindahannya. Saat itu mendefinisikan kesempurnaan begitu mudah, sempurna adalah bingkisan luar dari laki - laki berambut pirang ini. Bahkan aku berani bertaruh bahwa kesempurnaan tidak lagi sebatas konsep. Bagaimana mungkin hati seorang gadis tidak luluh pada senyum mematikan bak bisa ular. Sayangnya, lagi - lagi kesempurnaan hanya diciptakan untuk kesempurnaan. Hal - hal yang tak mampu dilihat mata bukan berarti kesempurnaan. Seperti air dan api, elemen yang tak pernah bisa bersatu, seperti itulah harapan setiap gadis sepertiku untuk sekedar menyematkan namanya dilidah. Berdiri pada langit yang sama tidak lantas membuatku bisa berjalan mengikuti langkahnya. Sama seperti tupai yang hendak melihat kehidupan bawah laut, aku begitu bodoh menunggu si pemilik senyum...

Selasa Random

Memulai semester baru merupakan hal yang menurut gue biasa aja, soalnya gue ngerasain dua semester dengan jadwal key in yang lumayan strategis. Jadi yang belum ngerti key in, ini semacam membuat jadwal dengan sistem online. Mahasiswa diurutin sesuai NPM nya, jadi kalo lo NPM akhir ya lo jadwalnya akhir yang artinya lo bakalan dapet kelas bayangan. Kelas bayangan maksudnya lo mendaftarkan diri untuk kelas yang belum ada di buku bimbingan KRS (Kartu Rencana Studi). Setelah melewati ini semua, sampailah gue pada semester dimana tiap hari selasa gue kuliah dari jam setengah delapan pagi sampai jam tujuh malam. Kata angkatan atas gue sih ini jadwal udah paling biasa buat mahasiswa konsentrasi studi jurnalistik. Dan menurut gue, lebih tepatnya menurut imajinasi gue, nanti pas sesi tiga dan empat mata gue tinggal segaris. inalilahi......  Pada akhirnya, hari ini selasa, 19 Agustus 2014 adalah hari perdana gue ngerasain kuliah empat sesi buat semester ini. Entah gimana rasanya, bayangin s...