Sudah delapan belas kali aku melakukan selebrasi hari kelahiranku pada tanggal 11 januari. Sudah beribu-ribu pagi aku lalui untuk membuka mata sembari bersyukur ataupun mengeluh. Sudah beribu-ribu malam aku habiskan untuk menyapa bintang yang sedang bermain-main. Dan, sudah beratus-ratus orang aku temui, aku kenali, bahkan aku tinggalkan. Entah sudah berapa banyak pengalaman yang telah menciptakan prasasti. Aku masih ingat, bagaimana aku menangis ketika mama dan papa pergi, dan menitipkan aku pada kaken dan nenek. Saat itu hal yang menyedihkan adalah berharap mereka kembali dan membawa makanan atau mainan kesukaanku. Hal yang paling mengecewakan adalah mereka kembali tanpa makanan dan mainan untukku. Aku masih ingat, setiap hariku yangbaku pikirkan hanyalah bermain dengan boneka dan peralatan masak tiruan milikku. Berpura-pura menjadi seorang ibu yang menggendong anaknya kesana kemari berusaha membuatnya terlelap. Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun pada akhirnya membuatku ...
Komentar
Posting Komentar