Postingan

Lagi-Lagi Aku Harus Beradaptasi

* line* *line* *line* .....  Bunyi itu berkali-kali muncul dari ponselku. Ketenangan pagiku terusik oleh nada dering tanda pesan dari seseorang masuk. Berkali-kali kukedipkan mataku, berusaha menerima cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar. Dengan susah payah ku raih ponsel yang ku letakkan disamping kepala, ku buka kunci layarnya dan, astagaaaa itu pesan dari temanku Ria. Aku lupa aku menjanjikannya untuk pergi ke gereja di hari ini, dan aku lupa hari ini juga ulang tahunku.  "besok saat kamu ulangtahun kita ke gereja bareng ya, kamu harus feminim. Di gereja berdoa yang bener biar dapet jodoh" aku terngiang kata-kata Ria tiga hari sebelum tanggal ulang tahunku. Lantas aku bergegas bangun dari tempat tidurku dan bersiap untuk mandi. Belum sempat mandi, Nia sudah datang. Astagaa anak ini....... Dengan persiapan kilat dan dandanan feminim ala Ria, kami segera berangkat ke Gereja. Selesai mengikuti misa, aku melangkah maju ke depan, menyalakan lilin di patung ...

Thanks Nic!

You're way too beautiful girl That's why it'll never work You'll have me suicidal, suicidal, suicidal, suicidal "Kayaknya lagu ini diputer kalo pas ada Yeye aja deh..."  ................. "ehm mungkin radionya mengerti aku" *damn it! I think it was for the first time guy has some sweet words and spoke it directly to me*

Terkait Tayangan Pernikahan di TV Swasta, Regulasi KPI Perlu di Revisi

Informasi telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat saat ini. Setiap orang menggunakan informasi tersebut dengan berbagai cara. Bagi beberapa orang, informasi digunakan sebagai alat aktualisasi diri dalam sebuah kelompok sosial. Ada juga yang menggunakan informasi karena ia memang butuh, entah untuk kegiatan pendidikan atau informasi tersebut berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, banyak media yang berlomba-lomba memberikan informasi yang cepat, lengkap dan akurat. Media tersebut utamanya adalah televisi. Mencari informasi dari televisi tidak perlu tingkat literasi yang tinggi seperti media informasi lainnya. Misalnya saja koran atau majalah, seseorang harus bisa membaca untuk mendapatkan informasi dari media ini. Media lain seperti radio juga terbatas pada pendengaran. Apabila orang tersebut tuli, maka ia tidak dapat menerima informasi yang disampaikan melalui radio. Melalui televisi, seseorang yang tidak bisa membaca bisa mendapatkan i...

Tentang Perbedaan yang Menyatu

Sleman, 13 Februari 2015. beberapa jam sebelum semesta merasakan atmosfer cinta. Percakapan via line yang selalu disorientasi arah ketika sudah malam. D : "ciyeee perhatian sama b" Y : "perhatian sama temen kan ga salah ko :" haha" D: "temen jadi demen kan ga masyalah" Y: "iya ga masyalah sih" Y: "tapi kalo ini mah namanya ga mungkin" D: "ha kok isyaa?" D: "tell me" Y :"*read*" D : sent a sticker Y: "ya ga mungkin lah. dari pemikiran aja beda jauh. prinsip hidup aja beda, mau demen gimana kalo gitu hahaha. ya kalo konteksnya demen sebagai temen ya jelas lha wong satu geng kok aku sama b" D: "haha kan perbedaan membuat semakin indah" D: "ya too" Y: "iyaain deh ko iyain haha" Y: "tapi ada perbedaan yang berujung pada jalan yang sama dan ada yang tidak pernah bertemu karena ada jurang yang terlalu dalam untuk dilewati" D: "wedeeehh s...

Selamat Ulang Tahun !!!!

Halo G, selamat atas hari jadimu yang ke sembilanbelas. Memang tak perlu selebrasi pada tahun ini, tapi aku ingin menjadikan hari ini sebagai selebrasi untukmu. Sia-sia mungkin, karena tak ada beranda yang mau mempertemukan kita. Oh ya, tahun ini citamu semua terkabul. Ucapanmu kepadaku bertahun-tahun yang lalu kau buktikan. Universitas yang kau mau sudah ada dalam genggamanmu. Aku turut bahagia. Bagaimana dengan cintamu? Lama sudah aku tak mendengar. Bukan tak mau mendengar, tapi aku mencoba menutup telinga dari kebisingan kisah cinta mu. Ya, aku berharap tahun ini kaupun serius menulis ceritamu, dan menemukan kebahagiaanmy. Perlu kau tahu, aku sangat berterima kasih pada penciptamu. Cerita yang dituliskannya untukmu telah melibatkan aku sebagai orang ketiga. Penciptamu pun telah menciptakan mahkluk sekuat engkau. Selamat ulang tahun G. Tetaplah menjadi alasan tersenyum untuk orang disekitarmu. Jagalah kharisma mu yang dulu membuat aku tetap setia menjadi penanti.

Selamat hari ayah, Pa!

Untuk yang dekat tapi terasa jauh, ayah tercinta. Papa, hari ini dinobatkan sebagai hari ayah nasional. Aku merasa tidak ada yang spesial pada hari ini, Pa. Seharian aku malah sibuk memikirkan laki-laki lain, lupa bahwa seharusnya hari ini Papa berhak menjadi raja. Tapi Pa, apa daya sudah belasan tahun aku merasa kita tidak dekat. Rasanya ikatan batin ayah dan anak semakin pudar seiring detik jam yang semakin bertambah. Rumah kita yang terpisah semakin mendukung perasaanku bahwa kita tidak dekat. Hari ini aku melihat semua media sosial yang aku miliki. Teman-temanku mengunggah foto ayah mereka, memberikan ucapan manis tanda sayang dan berterimakasih. Aku iri pada mereka Pa. Foto berdua kita sudah hilang entah dimana, lagi pula aku merasa foto itu tidak merepresentasikan kehidupan kita pa. Selama kita berjumpa yang diperbincangkan hanyalah masalahmu Pa. Aku mencoba mengerti, bebanmu terlalu berat. Tapi Pa, kejauhan kita masih menyisakan rasa rindu dan kasih. Aku rindu kala sore har...

Kata orang, bercerminlah untuk tahu siapa kamu.

Sudah delapan belas kali aku melakukan selebrasi hari kelahiranku pada tanggal 11 januari. Sudah beribu-ribu pagi aku lalui untuk membuka mata sembari bersyukur ataupun mengeluh.  Sudah beribu-ribu malam aku habiskan untuk menyapa bintang yang sedang bermain-main. Dan, sudah beratus-ratus orang aku temui, aku kenali, bahkan aku tinggalkan. Entah sudah berapa banyak pengalaman yang telah menciptakan prasasti. Aku masih ingat, bagaimana aku menangis ketika mama dan papa pergi, dan menitipkan aku pada kaken dan nenek. Saat itu hal yang menyedihkan adalah berharap mereka kembali dan membawa makanan atau mainan kesukaanku. Hal yang paling mengecewakan adalah mereka kembali tanpa makanan dan mainan untukku. Aku masih ingat, setiap hariku yangbaku pikirkan hanyalah bermain dengan boneka dan peralatan masak tiruan milikku. Berpura-pura menjadi seorang ibu yang menggendong anaknya kesana kemari berusaha membuatnya terlelap. Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun pada akhirnya membuatku ...