Postingan

We Argue Like Brother and Sister

Beberapa hari yang lalu, ngerasain juga dikasih harapan palsu sama orang Him (H) : Berharap dijak makan es krim jaa sama elaau Me (M) : Nanti gue ajaaak shaantaay jaa kaya Rhoma Irama H: Ga maauukk ntar ndak mbok php M: enggak yaampuun :" ga percayaan banget lhooo sama aku syeedihhh H: Yo M: ntar kamu jemput aku kan? H: Jemmmm.......ut M: butuh berapa huruf P kak? H: Tempooo gelatoooo M: lha iyaa kamu jemput yeye kan ya H: panyaaas jemput akyu yaaa M: aku aja males bawa mobil malah minta dijemput. Hih gantian kek elu jemput gue bzzzzz H: panyaaasss kakk gosyong nichhh M: Jadi gak? kalo jadi ketemu di sana aja kalo gak jadi aku bobook H: ha manut nek aku M: (udah mulai kezeeel) sudah ku duga jawabanmu bakal kek gini H:nek gak jadi tak tinggal main layangan M: kamu yg mutusin jadi apa enggak H: endak gerok nih aku suaraku meh ilang M: tenan too akhirnya bales dendam php-in gueee. yaudah w bobok aja kalo gitu pffft padahal td keknya jam 1 masih ada yang ngebet pe...

Laki-laki Milik Sejagad, You Are Geat!

..... masihkah ada dia di hatimu bertahta atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku .............. bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia siapkah kau tuk jatuh cinta lagi Jatuh cinta? Iya jatuh cinta, namanya saja jatuh, pasti sakit dan malu. Pernah? tentu setiap orang pernah jatuh cinta, pada siapa pun, dan kapan pun. Aku juga pernah. Bahkan aku selalu lemah tentang satu hal ini. Mencintai dan dicintai adalah sebuah kewajaran. Bahkan dari cinta, ekosistem alam pun terbentuk. Saling mencintai, memberi dan berkorban, berbahagia, dan akhirnya berkeluarga. Semua bermula dari cinta. Bodohnya, aku terlalu taku...

Untuk yang mempersalahkanku

Untuk air mata yang terlanjur jatuh dan menyatu dengan tanah, aku harus merelakanmu jatuh. Semua yang tersimpan pada saatnya juga akan terbongkar. Semua yang dari atas pada saatnya akan ke bawah. Bukankah cerita tentang takdir selalu begitu? Untuk hidup yang tak ku kenal, kamu terlalu luas. Jangkauan tanganku tak mampu menangkap apa maksudmu. Gelombangmu terlalu hebat, meninggalkan buih yang juga tak ku pahami. Untuk kamu yang sedang mempersalahkanku, apa yang ingin kau salahkan? Pahamilah bahwa engkau bukan pemegang kendali atas segala hal. Bukan kah aku sedang menjalankan peranku, kau pun begitu. Tak apa, salahkan saja atas prasangkamu, asal kau tak memendam benci dan lara.

Aduh Ku?

Aduh dingin..... Aduh lelah....... Aduh ini terlalu jauh.... Aduh ini terlalu menanjak.... Aduh...... Bagaimana menghentikan aduh ku? Sudahkah kalian lelah mendengarkan risau dalam ucapan aduhku? Aduh.... Aku bahkan takut melepaskan hubunganku dengan si aduhku.

Teh Manis

Hadir tidak selamanya menetap, bisa saja hanya singgah sebentar. Sayangnya kau hadir berkali-kali hingga rasamu tertinggal dirumah Lagi-lagi kamu seperti candu... Aku harus gelisah seharian berharap ada kabar darimu Aku harus menatap terus teh manis yang kusiapkan untuk kehadiranmu Teh hangat yang selalu kau minta saat kita jumpa Teh yang dulu tidak sempat dingin, karena habis kau minum Sudahlah, teh itu sekarang dingin. Sudah tak lagi nikmat untuk kau minum.

#1 Malang

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat libur natal kami (saya, cici dan nia) pergi berlibur. Kami memutuskan untuk memilih Malang sebagai tujuan liburan kami. Untuk pergi ke Malang, kamu memilih menggunakan kereta Malioboro Express kelas Ekonomi. Saat itu harga tiket yang kami dapat Rp.180.000. Yap, saat itu ada kebijakan penghapusan subsidi untuk kereta Ekonomi. Namun, kami cukup puas dengan keadaan kereta kami yang nyaman walaupun kursi kereta terlalu tegak. Setidaknya AC berfungsi dengan baik dan bonus mas-mas ganteng nan lucu yang duduk di depan saya. Sebut saja Dito, mahasiswa Brawijaya Fakultas Hukum. Malam itu perkenalan kami berlanjut dengan obrolan tempat wisata yang ada di Malang. Dito menyarankan kami untuk tidak pergi ke Pulau Sempu karena perjalanannya akan melelahkan, apalagi untuk wanita. Ya tadinya saya pikir kalimat yang Dito ucapkan adalah bentuk meremehkan kaum wanita. Tapi mungkin ada benarnya juga, karena akses kesana pun sekitar 2 jam dari Kota Malang. Tak terasa...

Lagi-Lagi Aku Harus Beradaptasi

* line* *line* *line* .....  Bunyi itu berkali-kali muncul dari ponselku. Ketenangan pagiku terusik oleh nada dering tanda pesan dari seseorang masuk. Berkali-kali kukedipkan mataku, berusaha menerima cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar. Dengan susah payah ku raih ponsel yang ku letakkan disamping kepala, ku buka kunci layarnya dan, astagaaaa itu pesan dari temanku Ria. Aku lupa aku menjanjikannya untuk pergi ke gereja di hari ini, dan aku lupa hari ini juga ulang tahunku.  "besok saat kamu ulangtahun kita ke gereja bareng ya, kamu harus feminim. Di gereja berdoa yang bener biar dapet jodoh" aku terngiang kata-kata Ria tiga hari sebelum tanggal ulang tahunku. Lantas aku bergegas bangun dari tempat tidurku dan bersiap untuk mandi. Belum sempat mandi, Nia sudah datang. Astagaa anak ini....... Dengan persiapan kilat dan dandanan feminim ala Ria, kami segera berangkat ke Gereja. Selesai mengikuti misa, aku melangkah maju ke depan, menyalakan lilin di patung ...