Postingan

Surat untukmu

Untuk kamu, Yang membuatku percaya diri Untuk kamu, Yang menawarkan kenyamanan Untuk kamu, Yang lebih memilih menerimaku saat yang lain menolak Untuk kamu, Yang selalu menawarkan kehangatan Untuk kamu, Yang dengan murah hati membuka tangan supaya bisa ku peluk Untuk kamu, Yang selalu menawarkan buncah kesenangan Untuk kamu, Yang memilih tertawa saat diganggu  Untuk kamu, Yang senang berdiskusi  Untuk kamu, Yang memilih berkarya tanpa unjuk diri Untuk kamu, Yang dikepung gelap setiap hari Untuk kamu, Untuk kamu, Kamu, Lebih dari yang tertulis.

Jangan jijik

lalu kamu gemar mengejek katamu nada manjaku lucu ah, aku yakin kamu hanya nyinyir kemudian, kamu berlutut membersihkan alas kakiku sepertinya kamu tahu aku malas kepayahan juga untuk berjalan ya, kamu juga memintaku hati-hati kamu paham betul aku bersemangat lupa lihat keadaan kemudian kamu tahu aku manja, kamu bawakan aku garam supaya ada rasa katamu kamu sepertinya takut aku jatuh sebab tiba-tiba ada tanganmu di punggungku ah aku ingin mengenangmu lewat tulisan ini. maaf kalau menjijikkan.

Monolog Kacau

Saat jarum jam terus berputar dan kaki-kaki terus melangkah Saat angin dan ombak terus bekerja mendorong kapal sampai pelabuhannya Ada dua mata yang tak pernah peduli Saat mulut terus berkata, dan siklus terus berputar Ada sepasang telinga yang tak mau mendengar Katanya, dia kasian pada nurani yang ribut dengan hiruk pikuk Tapi begitulah, ada lubang Kebocoran yang menarik untuk diintip Entah simpul apa yang menyatukan Telinga mulai hirau sayup Mata melirik Ada yang menarik.  Semacam ingin disentuh, dikecap.  Seperti minta diperhatikan, padahal tidak.  Dia hanya objek ambisi Kemudian minta dibungkus indah Minta diberi nama kasih Kasih yang membela Padahal dia obsesi Sekarang stagnansi jadi lebih indah Jakarta, 9 April 2017

Kisah Singkat dari Borneo

Gambar
Setelah sekian lama meninggalkan tanah keraton Yogyakarta, sepertinya aku rindu menulis. Menulis kisahku satu bulan berada di pulau sebrang, pulau tanah merah Borneo. Keberangkatanku ke tanah Borneo, tepatnya di Ketapang, bukan karena alasan tak jelas. Aku kesana, bersama seratus sekian teman mahasiswa, pergi untuk mengabdi pada masyarakat di Borneo selama satu bulan. Berawal dari mengarungi lautan selama 22 jam, aku mulai mengenali siapa saja teman-temanku ini. Sejak menyadari, hidup hari itu, tak akan menemukan sinyal, kecanggungan mengenal lebih dulu sepertinya hilang. Selama 22 jam, kami, aku lebih tepatnya, menjadi lebih srawung, memperkenalkan diri ke teman lintas fakultas. Candr, Cipta, aku sebelum berangkat ke Borneo suasana di kapal menanti daratan Tujuan kami adalah Ketapang. Namun, kapal yang membawa kami berlabuh di Kumai, Kalimantan Tengah. Selanjutnya, kami harus menempuh perjalanan darat dengan bus trans-Kalimantan. Jangan membayangkan bus ini, a...

Dialah gadis, yang tak percaya pada banyak hal

Dialah seorang gadis yang meminta tak semudah menengadahkan tangan. Dialah seorang gadis muda yang meminta kebahagiaan bukan dengan doa tapi sebuah usaha. Dialah seorang gadis muda yang tidak mengenal kemudahan dalam hidup. Namanya A, anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dalam lingkungan yang biasa. Orang tuanya berpisah belasan tahun lalu. Namun, satu tahun yang lalu ayahnya meninggal setelah A memberi harapan pada ayahnya untuk datang di hari wisudanya. Perjalanan hidupnya terlalu mustahil untuk mendapatkan kemudahan. Ia percaya tak pernah ada kemudahan yang ditawarkan oleh hidup. Menjadi gadis yang hidupnya harus sempurna menjadi bebannya saat ini. Gadis muda yang dituntut harus indah, membuat banyak lutut pria tak kuasa menopang badannya sendiri. Gadis muda yang dituntut cerdas supaya tak dianggap cantik tanpa otak. Gadis muda yang tak dominan supaya laki-laki merasa tidak direndahkan. Hidupnya keras, sehingga tidak lagi percaya pada kisah romantis gadis kelas bawah...

Nikmati, tanpa ampun

Mari kita bertemu berpagutan dalam rasa jemu beradu dalam nafsumu dan nafsuku biarkan daging kita dijamu oleh nikmat yang kita cipta tanpa ragu karena semua penuh tanda tanya akan rasamu akan rasaku hanya satu yang tanpa tanya, nafsu kita yang selalu ingin jumpa mari kita bertemu, beradu mengaduh saling menikmati tanpa ampun sampai nanti, saat rindu kembali, ku nanti dikau tiap senja ketujuh

Pahamlah, Aku Ingin Kamu

Mengertilah bahwa kita sudah bukan lagi anak-anak Kamu bukan lagi insan pengambil resiko besar tanpa pikir panjang Aku bukan lagi yang mengagumi hanya karena pandang mata Mengertilah bahwa tak selamanya kau hidup dalam kekaguman perempuan Dan, mengertilah bagaimana rasaku padamu laki-laki tampan Kalau kau paham selalu ada ruang yang kau abaikan Disitu rasaku terletak. Telah bermasa-masa aku lupa pusakamu, wajah dan mata Harta yang membuat tiap perempuan mungkin terpukau lama Pahamlah, aku sedang mencoba menutup angan dengan realita Bersamamu sudah ada yang menggantungkan harapan karena sudah ada kepastian Pasti bersamamu, pasti dapat menyentuhmu, pasti dapat yang ia mau dari kamu Sadarlah, ketidaktahuanmu atau keangkuhanmu telah membuatku berharap sekaligus menyakitiku Kamu membuka celah untukku menemukanmu  Dan kau memang kutemukan dalam pikiran liarmu Kamu merasa bisa mendapatkan apapun Cinta dan nafsu Kau berlantun seks adalah seni yang nikmat, b...